RSS

Senin, 27 Januari 2014

Karena engkau Adik Kecilku ^.^

0 komentar





kepadamu adikku yang mencintaiku;
kepadamu yang memberiku bahagia, impian dan jiwa

menemani getir melawan tegak tegar;
tak patah bahagiamu, ku hiasi mimpi beludru milikmu...

bungkam sombongnya jiwa setan hatiku;
adikku; sungguh hanya engkau hartaku...

aku tiada cinta selain cinta kepadamu,
tiada rindu ku hari ini kecuali untukmu...

Wajahmu yang tak pernah hilang dari ingatanku
Selalu hadir menghiasi mimpiku
Aku tersadar kau ada disampingku
Tapi kutak bisa memelukmu melepas kerinduanku
Ingin aku membelai wajahmu yang bening
Menghapus air matamu disaat kau terluka
Tapi tak pernah sampai tanganku meraihmu
Hanya bayangan wajahmu yang bisa kulihat
Kuharap kau mendengar semua kata – kataku
Dan anggap aku ada disampingmu
Yang akan selalu menemanimu
Dikala kau dilanda kesepian
Bila saatnya nanti kurindukanmu
Biarkan memelukmu
Biarkan aku mencium keningmu
Biarkan aku melepas segala kerinduanku
Karena engkau adalah adik kecilku

adikku yang manis;
malam ini tidurlah, aku akan jaga mimpimu dari buruk wajah malam... ^.^

















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senin, 13 Januari 2014

Syair & Melodi untuk sang Baginda Rasull SAW

0 komentar


"Allahuma Solli Ala Muhammad"

Semoga Shalawat itu akan tetap berdengung
Hingga akhir masa nanti . 


Ber abad-abad sudah berlalu
Namun namamu masih melekat di hatiku
Tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu
Tak pernah aku melihat langsung dakwahmu
Namun sinar cahayamu itu mampu menembus ruang dan waktu
Menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia
Cahaya itu tidak pernah redup sampai akhir jaman
Rasulullah S.A.W , Begitu agung namamu
Bergetar hati ini, menangis, rindu bertemu denganmu
Rindu pada suri tauladan yang kau berikan
Rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu
Rindu pada kedamaian yang kau ciptakan
Rasulullah SAW, Rindu pada kepemimpinanmu
Cinta dan sayangmu tiada tara
Rahmatal lil alamin , memang itulah dirimu
Umatmu sudah banyak yang menjauhi suri tauladanmu
Banyak yang sudah berubah dari koridor garis awal
pun saya merasa demikian
Rasulullah SAW, aku rindu padamu
Kami rindu padamu
Rasulullah Nabi Muhammad SAW
Aku yakin sinar yang kau bawa tak akan pernah padam
Allahuma Solli Ala Muhammad
Semoga Shalawat itu akan tetap berdengung
Hingga akhir masa nanti .

Ya nabi ya Rasulullah
Cahaya hati kami, Kekasih Allah
Anta Syamsun, Anta Badrun
Anta Nurun Fauqo Nuri
Kaulah surya yang menyinari kelamnya hati manusia
Kaulah purnama penerang gelapnya jiwa manusia
Engkaulah cahaya di atas cahaya
Ya Nabiyallah, Ya Habiballah
Bagai cahaya kemuliaan al-quraan
Besarnya perjuanganmu menegakan agama
Agungnya cintamu menyayangi sesama
Harum senyummu pada wajah dunia
Betapa ramah sikapmu tertanam dalam jiwa
Ya Nabiyaallah Ya Habiballah

Betapa indah akhlakmu
Bagai cahaya keindahan al-qur'an
Rindu kami padamu sepanjang waktu
Engkaulah cermin bagi hidup kami
Engkaulah petunjuk perjalanan kami
Engkaulah mata hati dan pikiran kami
Wahai teladan yang tak pernah padam
Ya nabiyallah, Ya Habiballah
Betapa suci ahklakmu
Bagai cahaya kesucian al-quran
Hadirkanlah cintamu dalam ibadah kami
Ajarkanlah  ketabahanmu dalam doa kami
Mengalirlah jihadmu dalam hati kami
Anta Syamsun, Anta Badrun
Anta nurun , Fauqo Nuri
Engkaulah Surya , Engkaulah Purnama
Engkau Cahaya di atas Cahaya

Ya Rasulullah 
Ajarkan ketabahanmu dalam do'a kami
Alirkan jidahmu dalam hati kami
Tumbuhkan Ahklakmu dalam hidup kami
Ya nabi ya Rasulullah
Pujaan hati kami , Kekasih Allah
Anta Syamsun, Anta Badrun
Anta nurun , Fauqo Nuri
Engkaulah Surya , Engkaulah Purnama
Engkau Cahaya di atas Cahaya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Peringatan Maulid Nabi:"Membangkitkan Kecintaan kepada Nabi SAW"

0 komentar



Bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang sangat bersejarah dan berharga bagi umat islam didunia. Dimana pada bulan ini Alloh SWT telah mengaruniakan kepada kita umat manusia, seorang Nabi dan Rasul bernama Muhammad bin Abdullah sebagai rahmat bagi alam semesta alam. Sebagaimana firman-Nya,“Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. al-Anbiya; 107).
Tanggal 12 Rabi’ul Awal telah menjadi salah satu tanggal istimewa bagi sebagian kaum muslimin. Tanggal ini dianggap sebagai hari kelahiran Nabi akhir zaman, sang pembawa risalah, penyempurna iman, Nabi agung Muhammad shallallahu alaihi wa ‘alaa alihi wa sahbihi wa sallamBeliau merupakan sosok teladan umat muslim yang pada sosoknya lah kita berkaca terhadap semua tindak tanduk yang kita perbuat setiap harinya.
Tanggal 12 Rabiul Awal ini biasa disebut Maulid Nabi atau Maulud saja. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Jadi Maulid Nabi Muhammad SAW (bahasa Arab mawlid an-nabÄ«), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Peringatan ini bukan sekedar mengenang sebatas kelahiranya saja, lebih dari itu Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kita selaku umatnya kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.
Diantaranya banyak menyebut manaqib (kisah hidup) dan kepribadian beliau yang mulia, menjalankan sunnah-sunnahnya yang agung, dan banyak bershalawat kepadanya. Sebagaimana hadist nabi yang artinya :Di antara umatku yang paling cinta kepadaku adalah orang-orang yang hidup sesudahku, yang salah seorang di antara mereka ingin melihatku walau harus mengorbankan keluarga dan harta benda.” (HR. Muslim) Salah satu bentuk kecintaan kita kepada beliau adalah bershalawat, sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam al quran surah al ahzab ayat 56 yang artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al Ahzab: 56).
Asy Syaikh As Sa’di berkata: “(Dalam ayat ini) terdapat penjelasan tentang kemuliaan Rasulullah , ketinggian derajatnya, mulianya kedudukan beliau di sisi Allah dan di sisi makhluknya. Dan sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat, yaitu memujinya di hadapan para malaikat dan kelompok makhluk yang mulia, yang menunjukkan kecintaan-Nya kepada Nabi dan para malaikat yang dekat (dengan Allah) memberi pujian, mendo’akan serta merendahkan diri kepadanya. Maka wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan ucapkanlah salam dalam rangka mengikuti Allah dan para malaikat-Nya serta sebagai balasan baginya atas sebagian hak-hak beliau atas kalian dan untuk menyempurnakan keimanan kalian. Mengagungkannya, mencintai dan memuliakan nya, serta untuk menambah kebaikan-kebaikan dan menghapus kesalahan-kesalahan kalian.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 671)
Berangkat dari sini sudah sepantasnya, kita selaku umatnya selalu bersholawat kepada nabi. sebagai bentuk kecintaan kita kepada nabi. bersholwat ketika duduk, berdiri ataupun berjalan. Bersholawat Ketika pagi siang sore maupun malam. Kita berharap semoga dengan peringatan maulid nabi ini menambah kecintaan kita kepada nabi dan kembali bersemangat menjalankan sunnah-sunnahnya yang agung .
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"Untukmu" yang ingin berubah

0 komentar


Banyak yang mau berubah, tapi tidak diiringi dengan perubahan. Banyak yang mau maju, tapi malah memilih jalan mundur. Sementara itu, banyak di antara kita yang mengeluh tentang keadaan dunia. Tapi dia tiada berpikir tentang maksiatnya kepada Allah. Dia tiada berpikir betapa malasnya dia beribadah, sementara rizki Allah mengalir terus. Shalat wajib dilakukan di akhir, tanpa hati gelisah. Shalat sunnah? Wah, entah sudah berapa waktu shalat-shalat sunnah tiada tertegak sempurna. Kadang shalat sunnah, kadang tidak. Dan barangkali lebih banyak tidak tertegaknya dibanding tertegaknya. 

Wahai diriku yang mengaku memiliki Allah sebagai Tuhannya. Engkau dituntut untuk beribadah, karena engkau diciptakan untuk beribadah. Tapi lihatlah, engkau selalu khawatir soal-soal dunia. Tidak khawatir soal-soal akhirat. Saatnya kini engkau membuka mata. Ada yang lebih penting ketimbang soal hutang, jodoh, karir, kerjaan, rumah tangga, anak keturunan, rumah tempat tinggal, perniagaan, kekayaan. Ada yang lebih penting dari itu semua. Yaitu bagaimana kita kembali kepada Allah dalam keadaan amal banyak, diterima dan meninggal dalam keadaan hati yang bersih, diri yang diampuni dan khusnul khatimah.

Jadilah orang yang bermanfaat buat Allah, Rasul-Nya, Islam dan alam ini, baik saat kayanya, juga saat miskinnya. Berikanlah Allah yang terbaik, bergerak, bergegas menuju Allah dengan kemampuan terbaik yang kita miliki, Sehingga Allah akan memberikan kita, bukan sekedar mimpi lagi, bukan sekedar angan-angan lagi, tetapi juga kehidupan nyata, kehidupan dunia, serta kehidupan akhirat yang terbaik. Aamiinn... 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sayap Kesuksesan !

0 komentar

successgif

 Oleh : Nasruloh
”Jikalau kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti burung. Pagi-pagi ia pergi dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR At Tirmidziy)

Tawakal dan ikhtiar adalah karakter burung. Satu sayap mengepakkan jiwa tawakal, satunya lagi mengepakkan jiwa ikhtiar. Keduanya digerakkan seirama dan seimbang, begitu indah dan harmonis. Dengannya, ia mampu menembus angkasa tinggi nan luas dengan wajah sangat gagah dan berwibawa.

Ulama salaf berkata, ”Tawakal adalah sikap para Nabi dan ikhtiar adalah sunahnya.” Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah, Zat Yang Maha Perkasa, Maha Berilmu, Mahaadil, Maha Pemurah, dan Maha Pembela. Sandaran ini melahirkan jiwa yang penuh keyakinan, keberanian, dan optimisme. Tawakal itu pendobrak jiwa ketakutan dan kekerdilan, si penghadang kemajuan dan perubahan, dan rahim bagi jiwa kepeloporan dan kepahlawanan.

Saat Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api, tak sedikit pun jiwanya bergeming. Saat Nabi Muhammad diprovokasi bahwa orang kafir telah mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatannya untuk menghancurkan dakwah beliau, imannya justru semakin kokoh.

Kalimat yang terlontar dari lidah mereka adalah ”Hasbunallaahu wani’mal wakil, Allah yang mencukupi kami dan sebaik-baik tempat kami berserah diri.” Ini ungkapan pembukitan bahwa tak ada satu penghadang pun yang mampu menyurutkan langkah besar mereka.

Tawakal pasti menggelorakan semangat berikhtiar. Ikhtiar merupakan takdir Allah bagi manusia dalam meraih dan mewujudkan segala sesuatu. ”Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.” (QS Attaubah [9]: 105)
Kesungguhan ikhtiar merupakan tangga menuju kesuksesan. Ikhtiar merupakan satu-satunya penolong diri kita. Seperti yang diungkapkan oleh Yusuf bin Asbath, ”Berikhtiarlah kamu seperti ikhtiarnya seseorang yang tidak akan selamat tanpanya.”

Nabi Musa berhasil membuktikan realitas ini. Ikhtiar Beliau yang maksimal akhirnya mendatangkan pintu kesuksesan dan pertolongan Allah. ”Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun’.” (QS Alkahfi [18]: 60)





Sumber : http://artikelislammenarik.wordpress.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Wanita Kristian Bertudung yg Berbicara Tentang Islam

0 komentar


kisah menarik
Sebenarnya ada banyak kisah menarik dan pelik di dunia ini, termasuk kisah yang ingin Dr Fuh kongsikan ini. Di kala banyak muslimah enggan untuk menutup auratnya dengan memakai tudung apalagi berbicara tentang Islam, berbeza pula dengan seorang wanita Amerika satu ini, walaupun masih beragama Kristian tetapi beliau lebih suka memakai tudung dan berani berbicara tentang Islam.


Terlepas dari kenyataan bahawa ia masih seorang Kristian ketika merakam wawancara ini, si wanita Amerika dengan sukarela dan lebih suka memakai tudung. Dan Alhamdulillah, dia akhirnya masuk Islam beberapa bulan kemudian. Beliau memberikan pandangannya (tidak disebutkan siapa nama wanita Amerika ini) tentang Islam dalam keadaan dirinya masih Kristian walaupun telah memakai tudung:
“Saya sudah tertarik dengan Islam dalam sebahagian besar hidup saya, dan saya sudah mempelajari tentang hal itu. Saya juga banyak tahu dasar-dasar tentang agama selama bertahun-tahun. Kemudian ketika insiden 9/11 terjadi saya mendapat banyak maklumat propaganda, dan setelah berbagai kejadian tersebut saya mula belajar tentang Islam, dan saya akhirnya mencari, meskipun fakta-fakta asas yang telah saya pelajari sebelumnya tentang Islam sebahagian besar adalah benar, namun ada banyak hal yang telah salah diertikan dan salah difahami tentang Islam itu sendiri.
Misalnya, perkara pertama yang saya perhatikan ialah sebenarnya tidak ada paksaan dalam Islam, tidak ada yang memaksa anda masuk ke dalam agama ini, Allah memanggil dan memberikan hidayah kepada mereka yang Dia panggil.
Hal lain yang saya dapati dalam Islam adalah ikatan persaudaraan yang indah dan bagaimana umat Islam saling memelihara satu sama lain. Saya sudah jauh lebih bahagia kerana saya mula melawat masjid dan mengenal banyak saudara perempuan dan menghabiskan masa bersama mereka.
Saya menyukai Islam yang mengajar anda bagaimana bersikap baik satu sama lain, dan bagaimana memelihara satu sama lain. Dalam Kristian, Injil mengatakan, “Bersikaplah baik satu dengan yang lain.” Dalam Islam hal ini lebih jelas, Islam memberitahu anda bagaimana untuk bersikap baik satu sama lain, bagaimana berbuat sopan dan cara memelihara satu sama lain.
Islam adalah jalan yang penuh kedamaian dalam hidup, menginginkan agar orang menjalani kehidupan yang baik dalam keluarga mereka sebagai suami isteri, dan dalam masyarakat. Dan saya mencari Islam yang saya asosiasikan jauh lebih soleh daripada apa yang pernah saya alami dalam agama Kristian, dan saya sudah sangat banyak pengalaman tentang agama Kristian selama bertahun-tahun.
Konsep lain yang begitu indah dalam Islam adalah konsep Syura. Ketika ada masalah yang akan dibincangkan, pemimpin mendengar dari semua orang. Dan saya pernah melihat ini dalam tindakan yang nyata. Hal ini dipraktikkan dalam keluarga, dan juga dipraktikkan dalam pemerintahan. Mereka mendengar dari semua orang, bahkan dari anak kecil, dan semuanya dipertimbangkan, kemudian ada keputusan berdasarkan apa yang terbaik. Ketika keputusan dibuat, masyarakat dianjurkan untuk mengikuti keputusan itu, apakah mereka setuju atau tidak,
Berbicara bagaimana Wanita dalam Islam, wanita Amerika ini menyatakan:
Saya fikir itu sangat indah. Saya percaya perempuan sangat dihormati dalam Islam. Saya sangat suka mengenakan tudung, saya merasa istimewa, saya merasa dilindungi, saya merasa bahawa saya tidak harus mempamerkan segala sesuatu dari tubuh saya untuk semua orang, ini membantu saya menjadi peribadi seutuhnya.
Dalam Islam, saya merasa saya diterima sebagai seorang wanita, dan dihormati sebagai seorang perempuan. Saya merasa bahawa saya tidak harus berjuang untuk cuba menjadi sama dan cuba untuk menjadi seperti seorang lelaki, seperti yang saya rasakan di dalam masyarakat Amerika.
Wallahu Alam




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu, 12 Januari 2014

"TUDUNG" pada aurat

0 komentar



Assalamualaikum..

Dengan Lafadz Bismillahirrohmanirrohim..
Menutup aurat bukan sekedar menutup rambut di kepala. Sekurang-kurangnya ada 4 perkara yang harus ditutup dengan "TUDUNG".

1. “Tudung” pada wajah.
Jangan dibuat wajahnya sengaja mengundang fitnah, berhias dengan tujuan tabarruj iaitu menampakkan perhiasan dan kecantikan untuk tatapan mata orang ramai. Kecantikannya khusus untuk suami, bukan pameran untuk lelaki ajnabi.

2. “Tudung” pada mata.
Jangan matanya memandang lelaki lain selain mahramnya. Solehah yang hakiki tidak dipandang dan tidak memandang. Rasulullah saw bersabda yg bermaksud :

‘Semua mata menangis pada hari akhirat kelak kecuali mata yg dipejamkan daripada memandang apa-apa yg diharamkan, mata yg berjaga di waktu malam dalam berjihad di jalan Allah dan mata yg menitiskan air mata walau sebesar kepala lalat kerana takut akan Allah.’ (Riwayat al-Dailami)

3. “Tudung” pada suara.
Jangan dilunak-lunakkan suara denga tujuan memikat dan mempesona. Allah berfirman yg bermaksud:

“Janganlah perempuan-perempuan itu berlaku lemah dengan perkataannya, sebab akan menaruh harapan orang yg dalam hatinya ada penyakit.” (Surah Al-Azhab 33: 32)

Perempuan memang dijadikan suaranya yg lunak, lemah lembut. Kenalah selalu ingatkan diri. Kadang-kadang aku pun selalu lupa.

4. “Tudung” pada hati.
Hatinya terpaut pada mengingati Allah. InsyaAllah, apabila seseorang wanita itu mengingati Allah, Allah akan memeliharanya daripada segala kejahatan yang muncul dari dalam dirinya sendiri atau daripada orang lain.

Aurat Hati

Aurat di hati juga patut ditutup sama seperti menutup aurat pada tubuh badan. Malah, aurat di hati ni jauh lebih penting. Maksudnya hati jangan lair; hendaklah dijaga selalu.

Kalau hati masih liar walaupun sudah bertudung, maka tingkah laku akan menjadi liar juga, pergaulan bebas, pandangan mata tidak terkawal, keluar hingga jauh-jauh malam, berada di tempat-tempat maksiat, maka ketika itu tudung pun tidak akan mampu menjaga maruah dan akhlak diri.

Namun, menjaga elemen dalaman bukan alasan untuk membuang tudung. Kononnya, yg penting hati. Bukan begitu. Seumpama topi keledar. Ia wajib dipakai. Sekalipun kita berhati-hati, mematuhi undang-undang dan sebagainya, namun kadang-kadang kemalangan berlaku juga.

Allah mengharamkan wanita mendedahkan kecantikan zahirnya, bukan bertujuan menyekat kebebasan wanita, tetapi kerana Allah menyayangi wanita. Tidak ada wanita yang akan teraniaya dan menderita kerana hukum menutup aurat. Sebaliknya, dengan mendedahkan aurat mereka telah menzalimi diri mereka dan merosakkan orang lain.
Allah menyayangi hamba-Nya lebih daripada seorang ibu menyayangi anaknya.

Sumber: Petikan Dari Majalah Solusi.
( Wan Muhd Ali, http://wanwma.com )
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KEHIDUPAN

0 komentar

Assalamualaikum...

Hidup bukan tentang siapa lebih hebat.!

Ia tentang,
Bagaimana kita memasang niat.
Bagaimana kita beribadat.
Bagaiamana kita menggunakan kudrat.
Bagaimana menjalani hidup bermasyarakat.

Image by Sallie (DreamsOnSand)


Sumber : http://lianapm.blogspot.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dibalik sebuah musibah & cobaan

0 komentar

Seperti yang kita semua ketahui, tidak selamanya kehidupan ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan kehendak hati kita. Suatu waktu dimana kita sedang berada diatas, mungkin segala sesuatu nya akan terasa lebih indah dan hidup begitu mudah untuk dijalani. Namun manakala roda kehidupan kita sedang berputar dan berada di bawah, banyak perasaan takut yang berkecamuk dalam hati. Segala sesuatu menjadi terlalu rumit untuk diselesaikan, sekalipun itu adalah sebuah hal sepele.
Namun itu lah jalan kehidupan, kadang roda kehidupan kita berada di atas, dan kadang juga dibawah. Saat dimana kita merasa sedang diatas mungkin nyaris sama sekali tidak ada masalah dalam kehidupan yang kita jalani, segalanya seperti berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan, kemana kaki ini melangkah di situ lah tempat yang indah, namun pernah kita mensyukurinya?. Tapi saat sebuah cobaan datang menghampiri kehidupan kita, ada kalanya setiap orang berjalan semakin jauh dari jalan benar. Merasa tidak kuasa untuk menjalani cobaan yang sedang terjadi, banyak orang yang mulai putus asa sehingga mereka tidak lagi merasakan ada sebuah harapan untuk masa depan.
Seperti yang kita telah banyak baca dan dengar, Alloh SWT tidak akan memberikan cobaan kepada hamba nya diluar batas kemampuan dari hamba nya tersebut. Itu mungkin hanya salah saru pegangan yang harus kita yakini diantara beberapa pendapat dan pernyataan tentang sebuah cobaan dan musibah yang sedang dialami oleh manusia. Mungkin cobaan itu adalah sebuah peringatan kepaada kita tentang segala kesalahan yang telah kita lakukan, Alloh masih sayang kepada kita dengan memberikan peringatan tanpa langsung menurunkan azabnya. Dan ada kalanya berbagai musibah yang datang pada kita adalah sebuah cobaan bagi kita sebagai jalan untuk mendapatkan jalan dan rizki-Nya yang lebih baik. Mungkin tanpa kita sadari, kita sering kali lupa terhadap nikmat hidup dan rizki yang diberikan oleh-Nya, dan manakala kita berada mendapat sebuah musibah atau cobaan barulah kita ingat bahwa kita sedang dicoba oleh-Nya.
Sadar atau tidak nya kita terhadap sebuah musibah adalah sebuah hal mutlak dimana takdir kita sebagai manusia, karena hanya Dia lah yang Maha Suci yang tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur. Namun bila kita mengingat dan menyadari, sesungguh nya tersimpan banyak makna dan pelajaran yang patut kita renungkan.
Sebuah musibah bisa saja menjadi sebuah peringatan bagi kita, hidup kita sebagai manusia tidak lepas dari yang namanya dosa dan kesalahan. Sadar atau tidak kita melakukan kesalahan tersebut Dia selalu melihat yang kita lakukan, namun Dia yang Maha Penyayang terhadap umat Nya tidak langsung memberikan hukuman secara langsung, tapi lewat sebuah cobaan kita diperingatkan untuk segera menyadari semua kesalahan tersebut.
Dan terkadang sebuah musibah adalah sebuah jalan cobaan bagi kita untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari yang saat ini kita dapatkan, bahkan adakala nya sesuatu yang sangat kita inginkan akan kita capai melalui cobaan tersebut. Kita tidak akan mendapatkan sebuah cita cita besar jika hanya dicapai dengan perjuangan kecil, dari sini lah mungkin bisa kita ambil makna bahwa sebuah cobaan yang besar kelak akan memberi manfaat dan pengalaman yang lebih baik bagi kita.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tentang Aku & Kamu, SAHABAT...

0 komentar



Untukmu Sahabatku..

Dikala sang surya mulai memancarkan sinarnya...
Disaat itu pula rembulan berhenti bercahaya.
Seiring berjalannya waktu,
Bagai panah yang lepas dari busurnya, itulah usia kita,
Yang selalu bertambah & tak akan pernah kembali..
Sesuatu yang telah terjadi di masa lalu, tak'kan mungkin terulang kembali,
Walaupun kadang ingin kita ulangi, Suatu kejadian yang terlalu indah untuk dilupakan.

Terkadang disatu waktu,

Prasangka pernah menjauhkanmu dariku

Tapi sungguh kawan,

Amarah takkan bisa bertahan lama dikalbuku

Kusadari aku terikat jauh kedalam hatimu

Ingatkah kawan,

Kita pernah duduk bersama

Melukis langit dengan impian

Tentang aku , kamu dan kehidupan......


SAHABAT...
Tiada do'a & harapan yang bisa kurangkai dengan indah selain:"KEDEWASAAN UNTUK MENGANTARKANMU MENUJU KESUKSESAN !"

UntukMu, Sahabat yang selalu ku Cinta... ^.^



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My beloved familiy

0 komentar

Ruang itu.....
senang sedih tawa tangis dan perjuangan ada disana..
rasa yang tak terukir yang tidak dapat di ungkapkan hanya dalam rangkaian huruf, yang membentuk suatu kata yang terangkai, kemudian membentuk sebuah kalimat..
Rasa itu....
hanya satu kata yang tepat menggambarkannya yaitu keluarga..
menggambarkan sebuah persatuan tanpa dinding.
Keluarga itu...
yang membuat Ku masih terus dapat berdiri tegar hingga detik ini..
yang membuat Ku sampai di titik ini dan masih terus melangkah ke depan,
Mereka itu.....
yang selalu mengingatkan ku di setiap langkah yang harus ku tempuh agar aku tidak tersesat..
yang mengajari Ku menghadapi kejamnya dunia agar Aku mampu bertahan hidup..
yang membuat Ku merasa sangat tidak mampu mengecewakannya..
Dan hanya ketulusan kasih sayang merekalah,aku masih tetap bertahan..
Dan terimakasih telah memberikan semua hal terindah kepadaku..^.^
Ayah...
Ibu...
Kakak...
Adik...
You're MY EVERYTHING... ^.^








  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

99 CAHAYA DI LANGIT EROPA #review

0 komentar




Sebagai sebuah novel, 99 Cahaya di Langit Eropa yang ditulis oleh Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra adalah sebuah fenomena tersendiri. Selain berhasil mendapatkan banyak pujian berkat kemampuan dua penulis untuk menggambarkan seluk beluk sejarah keberadaan Islam di benua Eropa, 99 Cahaya di Langit Eropa juga mampu meraih sukses komersial yang besar. Novel tersebut bahkan telah dirilis ulang puluhan kali semenjak cetakan pertamanya pada Juli 2011. Tidak mengherankan – ditengah menjamurnya film-film yang diadaptasi dari deretan novel best seller di industri film Indonesia – jika kemudian Maxima Pictures memilih untuk mengangkat novel yang kisahnya didasarkan pada pengalaman pribadi dua penulisnya tersebut menjadi sebuah film layar lebar. Namun, apakah versi film dari 99 Cahaya di Langit Eropa mampu turut sukses dalam memberikan pengalaman menggali sejarah Islam di Eropa dengan kuat bagi para penontonnya?
Diarahkan oleh Guntur Soeharjanto (Crazy Love, 2013) dengan naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio bersama dengan Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, 99 Cahaya di Langit Eropa menceritakan mengenai kisah pasangan Rangga (Abimana Aryasatya) dan Hanum (Acha Septriasa) yang tengah berdomisili di Wina, Austria. Keberadaan mereka di negara itu bukanlah dalam rangka berliburan. Rangga sedang menuntut gelar dokternya sementara Hanum… menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dan menemani suaminya. Wina awalnya menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi Hanum. Ia dapat berjalan-jalan dan menemukan banyak tempat baru. Tapi, setelah melalui beberapa waktu dengan tanpa apapun yang harus dikerjakan, Hanum secara perlahan mulai merasa bosan. Karenanya, untuk mengisi waktu, Hanum akhirnya memilih untuk mengikuti sebuah kursus Bahasa Jerman. Di tempat itulah, Hanum kemudian berkenalan dengan Fatma (Raline Shah).

Fatma adalah seorang wanita Muslim keturunan Turki yang tinggal di Wina bersama dengan suami dan anaknya. Dalam kesehariannya, Fatma tidak pernah lupa untuk menggunakan jilbabnya – suatu hal yang ia anggap sebagai sebuah kewajiban bagi seorang Muslimah. Tidak jarang pula, karena jilbabnya tersebut, Fatma mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Meskipun begitu, Fatma tidak pernah membalas perbuatan jahat yang ditujukan padanya dan justru semakin menunjukkan bahwa seorang Muslim haruslah memiliki hati yang mulia. Perkenalan dengan Fatma telah memberikan banyak pandangan hidup yang baru bagi Hanum. Fatma tidak segan menunjukkan pada Hanum berbagai lokasi di kota Wina yang ternyata memiliki sejarah jejak Islam di dalamnya. Berkat pengetahuan yang diberikan Fatma, Hanum kini semakin penasaran dengan banyaknya jejak Islam di benua Eropa – sebuah benua yang dahulu dikiranya sangat minim akan sentuhan Islam – dan bertekad untuk terus menemukan jejak-jejak Islam tersebut.
Sayangnya, meskipun dengan kandungan kisah reliji yang padat terkandung di dalam tubuh penceritaannya, 99 Cahaya di Langit Eropa sama sekali tidak pernah berhasil untuk tampil lebih dari sekedar film yang hanya mengandalkan kekuatan tampilan visual dari keindahan lokasi latar belakang penceritaannya. Di sepanjang penceritaannya, 99 Cahaya di Langit Eropa terkesan hanya mengajak para penontonnya untuk menjelajahi berbagai wilayah di Eropa untuk kemudian menggali sejarah Islam yang berada di dalamnya tanpa pernah benar-benar mampu menjadikannya sebagai sebuah bagian narasi cerita yang kuat sekaligus mengikat sisi emosional penonton. Selain dari menghadirkan deretan gambar-gambar pemandangan yang indah, 99 Cahaya di Langit Eropa hadir dengan kapasitas penceritaan yang cukup mengecewakan – mulai dari pemilihan Guntur Soeharjanto akan alur penceritaan film, pengembangan setiap karakter hingga konflik-konflik yang mewarnai penceritaan film.
Masalah utama dari 99 Cahaya di Langit Eropa jelas terletak pada naskah cerita yang ditulis Alim Sudio, Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Naskah cerita 99 Cahaya di Langit Eropa seringkali terasa menghabiskan waktu terlalu banyak untuk berfokus pada plot kisah mengenai perjalanan untuk menggali sejarah-sejarah Islam di berbagai wilayah Eropa. Hal ini kemudian menciptakan ketimpangan pada fokus yang diberikan untuk konflik-konflik lain yang hadir di sepanjang penceritaan film. Lihat saja mengenai hubungan antara karakter Rangga dan Hanum yang gagal tergali dengan baik, atau kisah perjalanan Rangga dalam menempuh pendidikannya serta berbagai kejadian yang terjadi semasa kuliahnya hingga plot mengenai kehidupan karakter Fatma yang hadir tanpa pendalaman kisah yang kuat. 99 Cahaya di Langit Eropa juga tidak pernah mampu menghadirkan konflik bernuansa reliji yang hadir dalam ceritanya secara meyakinkan. Kebanyakan konflik tersebut hadir dalam kapasitas penceritaan yang klise layaknya berbagai konflik yang hadir dalam film-film sejenis.
Departemen akting 99 Cahaya di Langit Eropa juga harus diakui tidak hadir dalam kualitas penampilan yang istimewa. Tidak buruk, namun jelas masih jauh dari kualitas akting yang mengesankan. Yang cukup mencuri perhatian mungkin adalah penampilan dari Raline Shah yang berperan sebagai Fatma. Raline mampu tampil dengan penampilan akting yang begitu tertata dengan baik namun tetap menyuratkan ekspresi emosional yang mendalam. Ketika Abimana Aryasatya dan Acha Septriasa masih hadir dalam kapasitas akting yang biasa mereka hadirkan dalam setiap film mereka, penampilan Raline jelas mampu tampil begitu menonjol. Kualitas produksi film ini hadir cukup memuaskan. Selain tata sinematografi arahan Enggar Budiono yang mampu menangkap keindahan alam Eropa dengan baik, tata musik karya Joseph S. Djafar juga berhasil menghadirkan iringan musik yang cukup mampu merangkum getaran emosi yang ingin disampaikan oleh jalan cerita film.
Terlepas dari premis cerita yang sebenarnya cukup menjanjikan, versi film dari 99 Cahaya di Langit Eropa sayangnya tergarap dengan begitu dangkal. Naskah cerita garapan Alim Sudio, Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra seringkali kehilangan fokus pada banyak konflik yang dihadirkan sehingga konflik-konflik tersebut gagal untuk menghadirkan sebuah penceritaan yang menarik. Di sisi lain, pemilihan Guntur Soeharjanto untuk menyajikan jalan cerita 99 Cahaya di Langit Eropa dalam tempo yang terlalu lamban juga membuat film ini berkesan terlalu bertele-tele dalam bercerita. Kurang mampu untuk dinikmati secara lugas. 99 Cahaya di Langit Eropa mungkin masih mampu mempesona lewat tampilan kualitas produksinya yang cukup memuaskan. Namun lebih dari itu, 99 Cahaya di Langit Eropa harus diakui sebagai sebuah presentasi yang sangat menjemukan.

99 Cahaya di Langit Eropa (Drama, 2013)
Directed by Guntur Soeharjanto Produced by Ody M. HidayatWritten by Alim Sudio, Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra (screenplay), Hanum Salsabiela Rais, Rangga Almahendra (novel, 99 Cahaya di Langit Eropa) Starring Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Nino Fernandez, Dewi Sandra, Alex Abbad, Raline Shah, Marissa Nasution, Geccha Tavvara, Dian Pelangi, Fatin Shidqia Lubis, Hanum Salsabiela Rais Music by Joseph S. DjafarCinematography by Enggar Budiono Editing by Ryan PurwokoStudio Maxima Pictures Running time 105 minutes CountryIndonesia Language Indonesian
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 
Copyright © Inside My World